Minggu, 19 Februari 2012

PEMUDA : PUDARNYA SEMANGAT PERJUANGANMU KINI

Jika Karl Marx memercayakan perubahan pada perjuangan ”kelas” dan Max Weber mengalamatkannya pada ”aliran kultural”, Adalah Ortega y Gasset yang memercayai ”kaum muda” sebagai pelaku perubahan. Pandangan terakhir ini memperoleh perwujudan historisnya di Indonesia kaum muda adalah sosok manusia masih muda yang mempunyai rasa Keinginantahuan, dan semangat yang tinggi untuk melakukan pergerakan-pergerakan yang mereka lihat serta mendengar problematika kehidupan, yang berkembang saat ini. Karena itulah kaum muda menjadi karakter yang kuat dan berintegrasi tinggi untuk membangun sebuah impian-impian yang bagaimana negeri ini untuk memiliki daya saing, dan keinginan untuk melakukan perubahan-perubahan yang signifikan. Dan perkembangan pergerakan-pergerakan tersebut memliki makna dalam historis Indonesia, pergerakan itu yang diawali dengan munculnya krisis keuangan negera Indonesia yang telah membuat perekonomian kita menjadi memburuk, banyaknya hutang Negara kita kepada pihak luar negeri, naiknya Bahan Bakar Minyak serta melambungnya kebutuhan bahan pokok. Jelaslah kaum muda tidak tinggal diam saja dan mulai bertindak melakukan pergerakan.Gerakan itu disebut pergerakan reformasi yang diusung oleh kaum muda, dan seluruh mahasiswa se-indonesia. Namun pergerakan kini mulai lama-kelamaan, perlahan tapi pasti pudar didalam semangat pemuda kini. Pemuda kini banyak sekali terjebak dalam arus globalisasi yang dibawa oleh kaum barat, seperti: pemuda kini banyak sekali berjalan secara berindividual, memikirkan dirinya sendiri untuk mendapatkan penghidupan yang layak, berpikir bagaimana kekayaan yang berlimpah, memakai narkoba, mabuk-mabukkan, melakukan tindakan-tindakan yang anarkis, banyak sekali pemuda-pemudinya terjerat dalam kasus skandal seksualitas, dan kaum muda saat ini hanya bisa terdiam, dan membisu . Tidak pemuda saja yang terjebak arus globalisasi tersebut, tapi mahasiswa-mahasiswinya banyak melakukan hal ini juga. Kaum muda yang dahulu kala sangat ditakuti oleh pemerintah yang tidak mendenhagrkan aspirasi-aspirasi dari pemuda, pemerintahan yang korup, pemerintahan yang melakukan penindasan-penindasan terhahap pemuda maupun masyarakat. Sekarang ini pemuda-pemudinya berlihai-lihai, serta menikmati kekayaan yang berlimpah. Tidak salah kita semua ini geram dengan hal itu, kita tidak menginginkan seperti itu.
Dengan hal itulah kita saat ini, pada sumpah pemuda yang mempunyai makna yang sangat mendalam serta menyemangatkan kita kembali untuk menghargai negeri kita ini dengan melakukan pergerakan, dan pemikiran segar untuk melakukan suatu perubahan yang terbaik. Oleh karena itu, perlu kita kembangkan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran secara multikulturalisme serta kaum muda berupaya untuk mengajak kaum pemuda lain yang terjebak dalam arus globalisasi itu untuk menghindarkan tindakan-tindakan yang negatif, dan mulailah kaum muda untuk berjuang membangkitkan imajinasi yang kreatif, inovatif, serta memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi agar tidak tertinggal oleh negara lain.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Rezi Makatigo Inc | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost